11:30 PM |
Author: decent girl Blog's
Matahari mulai redup saat aku sampai di rumah tepatnya dirumah nenekku di desanya yang begitu hijau dan tenang. Saat ini udara mulai sejuk dan begitu nyaman dikulitku, aku memejamkan mata dan menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan lambat. Tak banyak yang berubah di sini, taman mawar dan bunganya masih seperti dulu, dan danaunya juga masih seperti dulu, mungkin yang berubah adalah cat rumah yang mulai memudar, disana sini catnya sudah mulai terkelupas.
Aku melangkahkan kaki keteras rumah dan mengucapkan salam sembari mengetuk pintu, lama barulah nenek keluar membukakan pintu. Senyumnya mengembang menyambutku, aku memeluk nenek dengan sayang lalu melepaskannya beberapa detik setelah itu. "Aku rindu nenek" gumamku, nenek tersenyum senang. "Nenek juga rindu kamu, Zainab" ujarnya lembut.
"Ayo bawa masuk barang-barangmu" kata nenek sambil mengambil tas bawaanku. Aku lalu masuk membawa barang-barangku. Dikamar nenek meninggalkan aku sendiri dan aku mulai memasukkan pakaian ku ke lemari. Aku senang segala sesuatunya masih seperti dulu, sepertinya tidak ada yang pernah masuk kesini, meja belajar usangku masih berdiri disudut dan lemari bukuku juga masih berdiri sama seperti dulu. Aku mengambil handuk dari lemari dan pergi mandi, ah air disini sungguh menyegarkan, air seolah-olah masuk ke pori-pori tubuhku kesejukannya seolah-olah sampai ketulang sum-sumku, tetapi aku merasa segar dan relak, aku mandi dengan lambat.
Aku berpakaian dengan cepat ketika nenek memanggilku dari dapur untuk makan, kemudian aku berjalan kedapur, aku tersenyum melihat nenek sudah menyediakan makan malam untukku, sebetulnya hari masih sore, tapi nenek ingin aku segera makan dan aku pun makan dengan lahap sekali karena aku juga merasa lapar dan makanannya juga enak sekali, sudah lama aku rasanya tidak makan makanan yang dimasak oleh nenek, nenek tidak berkata apa-apa dia hanya melihatku makan sambil tersenyum. Selesai aku makan, aku membantu nenek membereskan meja dan mencuci piring, barulah setelah selesai semuanya nenek mengajakku duduk dan mengobrol denganku, nenek menyakan keadaan ayah, ibu, dan adik-adikku. Aku senang mengobrol dengan nenek dan kami terlibat pembicaraan yang menyenangkan di petang hari ini. Ketika hari mulai gelap nenek bersiap-siap akan kemesjid, sementara itu aku mulai menutup jendela-jendela rumah. Pandanganku tertuju kearah danau, semuanya terlihat begitu tenang semburat kemerahan diufuk langit serta pelangi yang membentang di sudutnya begitu indah, sekali lagi aku memejamkan mata dan menghirup udara dengan panjang. Aku begitu menyukai suasana ini. Lama aku berdiri disana sampai azan di selenggarakan dimesjid barulah aku beranjak mengambil wudhu dan salat magrib.
Aku terbangun oleh suara handphone dari tasku, aku meraih tas dan mengeluarkan handphone, ternyata ibu yang menelpon, "Zainab, kamu sudah sampai dirumah apa belum"
"kenapa tidak menelpon ibu", "kamu baik-baik sajakan" nada khawatir terdengar jelas dari suara ibu.
"Aku baik-baik saja bu, dan maaf aku terlambat memberitahukan ibu, tapi aku sudah sampai dirumah kok", jawabku. Lalu ibu mulai menanyakan keadaan nenek, aku mengatakan padanya keadaan nenekku baik-baik saja dan tak perlu dikhawatirkan.
Aku melangkahkan kaki keteras rumah dan mengucapkan salam sembari mengetuk pintu, lama barulah nenek keluar membukakan pintu. Senyumnya mengembang menyambutku, aku memeluk nenek dengan sayang lalu melepaskannya beberapa detik setelah itu. "Aku rindu nenek" gumamku, nenek tersenyum senang. "Nenek juga rindu kamu, Zainab" ujarnya lembut.
"Ayo bawa masuk barang-barangmu" kata nenek sambil mengambil tas bawaanku. Aku lalu masuk membawa barang-barangku. Dikamar nenek meninggalkan aku sendiri dan aku mulai memasukkan pakaian ku ke lemari. Aku senang segala sesuatunya masih seperti dulu, sepertinya tidak ada yang pernah masuk kesini, meja belajar usangku masih berdiri disudut dan lemari bukuku juga masih berdiri sama seperti dulu. Aku mengambil handuk dari lemari dan pergi mandi, ah air disini sungguh menyegarkan, air seolah-olah masuk ke pori-pori tubuhku kesejukannya seolah-olah sampai ketulang sum-sumku, tetapi aku merasa segar dan relak, aku mandi dengan lambat.
Aku berpakaian dengan cepat ketika nenek memanggilku dari dapur untuk makan, kemudian aku berjalan kedapur, aku tersenyum melihat nenek sudah menyediakan makan malam untukku, sebetulnya hari masih sore, tapi nenek ingin aku segera makan dan aku pun makan dengan lahap sekali karena aku juga merasa lapar dan makanannya juga enak sekali, sudah lama aku rasanya tidak makan makanan yang dimasak oleh nenek, nenek tidak berkata apa-apa dia hanya melihatku makan sambil tersenyum. Selesai aku makan, aku membantu nenek membereskan meja dan mencuci piring, barulah setelah selesai semuanya nenek mengajakku duduk dan mengobrol denganku, nenek menyakan keadaan ayah, ibu, dan adik-adikku. Aku senang mengobrol dengan nenek dan kami terlibat pembicaraan yang menyenangkan di petang hari ini. Ketika hari mulai gelap nenek bersiap-siap akan kemesjid, sementara itu aku mulai menutup jendela-jendela rumah. Pandanganku tertuju kearah danau, semuanya terlihat begitu tenang semburat kemerahan diufuk langit serta pelangi yang membentang di sudutnya begitu indah, sekali lagi aku memejamkan mata dan menghirup udara dengan panjang. Aku begitu menyukai suasana ini. Lama aku berdiri disana sampai azan di selenggarakan dimesjid barulah aku beranjak mengambil wudhu dan salat magrib.
Aku terbangun oleh suara handphone dari tasku, aku meraih tas dan mengeluarkan handphone, ternyata ibu yang menelpon, "Zainab, kamu sudah sampai dirumah apa belum"
"kenapa tidak menelpon ibu", "kamu baik-baik sajakan" nada khawatir terdengar jelas dari suara ibu.
"Aku baik-baik saja bu, dan maaf aku terlambat memberitahukan ibu, tapi aku sudah sampai dirumah kok", jawabku. Lalu ibu mulai menanyakan keadaan nenek, aku mengatakan padanya keadaan nenekku baik-baik saja dan tak perlu dikhawatirkan.

0 comments: